<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/6404686517436083544?origin\x3dhttp://shandisha.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
shandisha @blogspot.com ♥
Senin, 17 November 2008



Sekilas Kota Surakarta

Kota Solo atau nama resminya adalah Surakarta merupakan nama sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Pada tahun 1948, pernah berdiri "Daerah Istimewa Surakarta" dengan Sri Sunan Pakubuwono XII dan Sri Mangkunegoro VIII masing-masing menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur (bersamaan dengan berdirinya propinsi DI Yogyakarta), meski setelah pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda provinsi ini dihapuskan, karena terjadi huru-hara. Huru-hara ini dipicu oleh anggota-anggota Partai Komunis Indonesia yang menentang monarki dan feodalisme; dan dikenal sebagai pemberontakan Tan Malaka). Selanjutnya dibentuk Karesidenan Surakarta yang mencakup wilayah-wilayah Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunegaran, termasuk kota swapraja Surakarta.

Warga eks Karesidenan Surakarta / SUBOSUKAWONOSRATEN (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten) masih sering menyebut dirinya orang 'Solo' (bentuk alternatif dari Surakarta) meskipun tidak berasal dari kota Surakarta sendiri. Hal ini dilakukan sebagai identifikasi untuk membedakan diri mereka dari orang 'Semarang' dan 'Yogya'.

Meskipun bukan ibukota provinsi, namun Surakarta berstatus sebagai kota besar dan menjadi salah satu kota terpenting di Indonesia dikarenakan masyarakatnya mempunyai karakter yang kuat, yaitu lembut dalam bahasa, tingkah laku, serta tutur kata di samping masih mempertahankan kehidupan tradisinya. Penduduk Surakarta juga mengadopsi kehidupan modern, seperti banyaknya hotel berbintang, kafe, pub, bar, dan diskotik.

Di Indonesia, Surakarta merupakan kota berperingkat kesepuluh kota terbesar (setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Makassar, Denpasar, Palembang, dan Yogyakarta).

Makanan di Surakarta terkenal sangat nikmat dan harganya murah, di antaranya nasi liwet, sate buntel, bakso Solo, Timlo, soto sapi, serabi Solo, Cabuk rambak, Tahu kupat, pecel ndeso, thengkleng, Ledre intip, gado-gado, tahu acar, selat, gethuk lindri, dll. (www.wisatasolo.com)


Label:




















BLOGGER

Join My Community at MyBloglog!